Sabtu, 13 April 2019

Cerita Bahagia Bersama Aplikasi Grab

Grab
Pic from Aplikasi Grab
Setelah sekian lama saya hanya menjadi baby sitter, maka akhir tahun lalu saya memberanikan diri untuk melamar pekerjaan di salah satu home di kota Kendal tepatnya di kecamatan Ringinarum. Motivasi saya melamar pekerjaan di home industry tersebut karena home industry tersebut membuka berbagai macam  lowongan pekerjaan dan saya melamar pekerjaan sebagai copywriter di home industry tersebut.

Beberapa hari setelah surat lamaran saya telah sampai di home industry tersebut saya mendapatkan SMS untuk mengikuti tes wawancara di hari yang sudah ditentukan.  Dan alhamduliah saya merasa senang karena akan melakukan tes wawancara kerja  di home industry tersebut. Esok harinya saat saya akan melakukan tes wawancara sekitar jam 10.00 WIB, maka agar tidak telat saya berangkat pukul 07.00 WIB. Dari rumah saya berboncengan dengan adik sepupu saya dengan naik motor sampai ke kecamatan Brangsong. Kemudian perjalanan selanjutnya adalah naik bus dari kecamatan Brangsong sampai ke pasar Weleri. Sesampainya di pasar Weleri, saya merasa bingung karena tidak menemukan angkot untuk menuju ke kecamatan Ringinarum. Akhirnya setelah banyak bertanya dengan orang-orang di sekitar pasar Weleri, maka saya akhirnya tahu kalau ada angkot menuju kecamatan Ringinarum itu ada tapi sayangnya angkot menuju kecamatan Ringinarum mulai beroperasi sekitar pukul 12.00 WIB padahal saya harus sampai di home industry  tersebut sebelum pukul 10.00 WIB. Kemudian saya menemukan ide untuk menginstall aplikasi Grab pada handphone saya dan setelah itu akhirnya saya bisa sampai ke home industry tersebut dengan naik sepeda motor ojek online yang saya order melalui aplikasi Grab yaitu Grab Bike.

Saya merasa senang karena akhirnya saya bisa mengikuti tes wawancara di home industry tersebut. Yang agak sedikit berbeda dari tes wawancara kali ini adalah saya tidak gugup sama sekali dan saya menceritakan bagaimana saya ingin sekali menjadi copywriter di home industry tersebut. Saya pun menceritakan sedikit pengalaman saya menjadi part time blogger saat tes wawancara tersebut. Namun sayang sekali ternyata saya tidak lolos mengikuti tes wawancara tersebut. Awalnya saya kecewa tapi akhirnya saya sadar bahwa memang menjadi seorang copywriter itu tidak mudah dan saya pun akhirnya harus kembali lagi menjadi baby sitter.

Setelah tes wawancara kerja telah selesai pada pukul 13.00 WIB maka saya bergegas untuk order Grab Bike lagi melalui aplikasi Grab untuk perjalanan pulang. Senangnya hati saya akhirnya saya bisa datang untuk tes wawancara menjadi seorang copywriter walaupun akhirnya gagal. Terimakasih aplikasi Grab karena sudah menemani perjalanan saya untuk melakukan tes wawancara. Ternyata memang benar, aplikasi Grab adalah si penyelamat di saat yang tepat. Inilah cerita saya bersama aplikasi Grab. Lalu, bagaimana cerita seru yang menarik dan berkesan kalian bersama aplikasi Grab?

Jika saya menggunakan aplikasi Grab untuk memesan ojek online, maka berbeda dengan adik sepupu saya yang menggunakan aplikasi Grab untuk order makanan dan minuman. Adik sepupu saya sering sekali order makanan dan minuman favoritnya karena sering sekali ada promo menarik.

Waktu itu, adik sepupu saya memesan mie ayam goreng level makanan favorit kami dan adik saya pun sangat terbantu dengan adanya aplikasi Grab karena memesan makanan dan minuman favorit semakin mudah.

Itulah sedikit cerita saya bersama aplikasi Grab. Lalu, apakah kalian sudah mengenal aplikasi Grab? Saya sungguh merasa senang dan terbantu dengan adanya aplikasi Grab. Dan ke depannya saya pun ingin memesan makanan dan minuman favorit saya melalui aplikasi Grab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar