Minggu, 27 Oktober 2019

Mizan Store
Pic by Farida Asadi.
Apakah kalian suka membaca buku? Kalau begitu kita sama. Saya juga suka membaca buku. Kesukaan saya pada membaca buku bermula saat pertama kali saya bisa membaca di tahun 2002 saat saya masih duduk di bangku kelas satu sekolah dasar.

Kebiasaan untuk membaca buku itu terus berlanjut hingga saat saya masuk ke sekolah menegah pertama. Saat masih di sekolah menengah pertama kala itu, saya sering ke perpustakaan sekolah untuk membaca buku tentang kerajinan tangan.

Sedangkan saat saya menempuh pendidikan di sekolah menengah kejuruan tahun 2011-2014, saya mulai jarang untuk membaca buku. Namun berbeda sekali saat tahun 2016 hingga tahun 2019 ini karena saya mulai aktif lagi untuk membaca buku terutama novel yang bergenre romance.

Kebiasaan membaca buku membuat saya lumayan sering berkunjung ke toko buku. Sayangnya di Kota Kendal masih ada banyak buku yang dijual dengan harga murah karena buku tersebut adalah buku bajakan.

Seperti pengalaman saya dan adik sepupu saya yang kala itu ingin membeli novel di salah satu toko buku area Kota Kendal. Setelah saya melihat novel tersebut saya langsung mengetahui kalau novel tersebut adalah novel bajakan karena memiliki kualitas kertas yang buruk dan harganya yang murah.

Karena mengetahui novel tersebut adalah novel bajakan. Maka saya dan adik sepupu akhirnya mengurungkan niat untuk membeli novel bajakan tersebut.

Membicarakan pembajakan buku di Indonesia saat ini memang sungguh menyedihkan. Ada banyak buku bajakan yang dijual demi keuntungan pribadi. Memang harga buku bajakan harganya lebih murah tapi memiliki kualitas yang buruk.

Kita akan mengetahui buku tersebut adalah buku bajakan dengan cara melihat jenis kertas, kerapian penjilidan buku dan harga buku. Buku bajakan memiliki kualitas kertas yang buruk, penjilidan buku yang tidak rapi, dan harga buku yang murah.

Sungguh sangat disayangkan jika masyarakat Indonesia lebih memilih membeli buku bajakan dikarenakan harganya yang murah. Apalagi jika buku bajakan tersebut adalah buku karya penulis Indonesia.

Sungguh hati ini merasa sedih sekali dengan adanya berita buku-buku karya penulis Indonesia yang telah dibajak oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

Walaupun sudah ada Undang-Undang yang mengatur tentang hak cipta. Akan tetapi masih banyak orang-orang dan toko buku yang menjual buku bajakan hanya demi memperoleh keuntungan semata.

Lalu apa yang akan kalian jika penulis buku favorit kalian karya bukunya telah dibajak? Tentu saja saya akan merasa marah dan sedih apabila buku karya penulis favorit saya telah dibajak. Karena menjadi seorang penulis buku membutuhkan kemampuan menulis yang luar biasa.

Jika karya penulis buku di Indonesia karyanya dibajak maka para generasi muda enggan untuk menjadi seorang penulis buku karena generasi muda akan menganggap menjadi penulis buku itu tidak begitu menyenangkan karena karyanya tidak dilindungi dan tidak diapresiasi.

Seorang penulis buku harus menulis dan melakukan penelitian tentang apa yang akan ditulis nanti pada buku. Seorang penulis juga harus bercucuran dengan keringat saat menulis. Seorang penulis pasti juga akan merasa lelah karena terus berusaha yang terbaik untuk menulis buku.

Perjuangan penulis buku tidak hanya berhenti di situ saja. Penulis buku akan menyetorkan karyanya ke penerbit dan akan diseleksi dengan editor terlebih dahulu agar bisa layak dan pantas untuk dibaca oleh masyarakat umum.

Sebuah proses yang panjang untuk menerbitkan sebuah buku. Ada banyak orang yang ikut serta dalam proses penerbitan buku. Karena proses penerbitan buku yang panjang itulah maka kita wajib mengapresiasi buku tersebut karena buku tersebut merupakan buku original dengan cara membeli buku original.

Semua lelah dan perjuangan penulis serta penerbit akan ada berkahnya jika pembelian dan penjualan buku original terus lancar. Penulis akan terus berkarya dan penerbit akan tetap berjaya serta para pembeli buku original yang akan tetap senang dan bahagia saat membeli dan membaca buku original.

Lalu apa yang saya lakukan untuk menghentikan pembajakan buku di Indonesia? Berikut ini adalah beberapa hal sederhana yang saya lakukan untuk menghentikan pembajakan buku di Indonesia sebagai upaya untuk melindungi karya terbaik penulis buku di Indonesia yaitu,

1. Membaca Buku di Perpustakaan Umum dan Perpustakaan Digital

Jangan membeli buku bajakan! Jika ingin membaca buku original karya para penulis Indonesia maka kalian bisa berkunjung ke perpustakaan umum untuk membaca dan meminjam buku.

Di zaman yang sudah serba canggih ini maka kita bisa meminjam buku secara online yang bisa kita baca menggunakan smartphone yaitu meminjam buku original melalui perpustakaan digital seperti iPusnas dan iJakarta.

2. Menjual dan Membeli Buku Original Bekas Berkualitas

Untuk kalian yang memiliki buku bekas original maka kalian bisa menjual buku tersebut dan uang dari penjualan buku bekas original tersebut bisa digunakan untuk membeli buku baru original agar kalian tidak terlalu boros dalam urusan membeli buku original.

3. Menyebarkan Gerakan Memilih Membaca Buku Original Melalui Sosial Media

The Power of Sosial Media. Melalui sosial media maka kita bisa menyebarkan kebaikan dengan cara menyebarkan gerakan memilih membaca buku original sebagai upaya untuk menghentikan pembajakan buku di Indonesia.

4. Menulis Review Buku Original Melalui Blog Pribadi

Saya suka mereview buku dan novel melalui blog pribadi saya di (www.farida-asadi.com) dan juga di blog (www.sitifaridah.com). Kenapa saya menulis review buku dan novel di blog? Ya, sebagai cara untuk mengasah kemampuan diri saya dalam bidang menulis.

Saya juga mengajak pembaca blog saya untuk lebih memilih membeli buku original sebagai upaya untuk melindungi karya-karya para penulis buku di Indonesia.

5. Membeli Buku Original Saat Ada Promo Menarik

Jangan sampai kalian melewatkan promo harga buku yang menarik. Membeli buku original saat ada promo menarik membuat kita hemat dalam belanja buku dan tentunya hal tersebut juga menjadi kabar gembira bagi para penulis karena bukunya pasti akan laris manis dibeli oleh para pembaca.

Membicarakan buku membuat saya teringat dengan Penerbit Mizan. Awal mula mengetahui Penerbit Mizan adalah saat saya mempunyai novel remaja yang saya peroleh dari hadiah giveaway. Hadiah giveaway tersebut adalah dari ibu si penulis novel remaja tersebut.

Kemudian ada seorang teman blogger yaitu Mbak Sri Untari yang berbelanja di toko buku online Mizan Store. Dan saat itu pula saya baru tahu kalau ternyata Penerbit Mizan juga mempunyai toko buku online yaitu Mizan Store (www.mizanstore.com). 

Mbak Sri Untari mendapatkan surat cinta dari Penerbit Mizan yaitu sebagai apresiasi karena Mbak Sri Untari telah memilih berbelanja buku original di toko buku online Mizan Store dan menuliskan pengalaman berbelanja buku original di toko buku online Mizan Store tersebut melalui blog pribadi Mbak Sri Untari yaitu (www.duniaqtoy.com).

Senang rasanya jika ada penerbit dan toko buku yang mendukung untuk menghentikan pembajakan buku di Indonesia dan senang juga jika ada penerbit dan toko buku yang mengapresiasi tulisan para blogger yaitu Mizan Store dan Penerbit Mizan.

Karena upaya yang membanggakan dari Penerbit Mizan dan Mizan Store tersebut untuk menghentikan pembajakan buku di Indonesia dan mengedukasi masyarakat Indonesia untuk tidak membeli buku bajakan, mengapreasiasi tulisan blogger, hingga ikut serta membudayakan gemar membaca untuk seluruh warga Indonesia sehingga saya berkeinginan untuk membaca buku anak dari Penerbit Mizan.

Harapan saya akhirnya tercapai saat saya akhirnya bisa membaca buku anak yang berjudul KELINCI BILANG TERIMA KASIH karya penulis Ahmad Mahdi dan ilustrator Faza. Lalu seperti apa kisah dari buku anak tersebut? Maka kali ini saya ingin sedikit mereview buku anak tersebut sebagai berikut,

Identitas Buku

Judul Buku : KELINCI BILANG TERIMA KASIH

Penulis : Ahmad Mahdi

Ilustrator : Faza

Penerbit : Penerbit Pelangi Mizan

Tahun Terbit : Cetakan Pertama, Bulan Mei Tahun 2019

Jumlah Halaman : 20 Halaman

ISBN : 978-602-472-126-8

Harga : Rp.59.000.

Rating : *** (Menurut Pendapat Saya Pribadi)

Sinopsis

Ketika jatuh ke dalam lubang, Kelinci Kecil diselamatkan oleh Pak Jerapah. Ia pun melompat-lompat senang. Lalu, apa ya ia katakan kepada Pak Jerapah?

Review Buku

Buku yang berjudul KELINCI BILANG TERIMA KASIH ini menceritakan tentang kelinci kecil yang jatuh ke dalam lubang. Kemudian kelinci kecil diselamatkan oleh pak jerapah. Dan kelinci kecil pun mengucapkan terima kasih kepada pak jerapah.

Buku ini cocok dibaca untuk anak usia taman kanak-kanak karena memiliki gambar ilustrasi yang menarik. Selain itu, melalui buku ini maka anak akan belajar tentang pentingnya mengucapkan terima kasih kepada seseorang yang telah menolong kita saat kesusahan dan terjadi musibah.

Melalui buku anak ini pula maka anak-anak bisa belajar tentang keberanian, kemandirian, sopan santun, dan kosakata sederhana. Namun sayangnya saya kurang suka dengan judul buku tersebut karena menurut pendapat saya kurang begitu cocok. Mungkin akan lebih baik jika judulnya adalah KELINCI KECIL DAN JERAPAH BESAR saja agar para pembaca penasaran untuk membaca buku tersebut.

Yuk tetap semangat untuk membeli dan membaca buku original karya penulis Indonesia sebagai dukungan dan apresiasi untuk penulis agar bisa tetap berkarya dan mencerdaskan masyarakat Indonesia!

Dan semoga pemerintah Indonesia akan mengadakan gerakan untuk mengedukasi masyarakat Indonesia dalam stop pembajakan buku di Indonesia.

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog Mizan Store dengan tema pembajakan buku di Indonesia

Rumah Maya Farida . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates