Kamis, 19 Desember 2019

Review Film Surga yang Tak Dirindukan

Surga yang Tak Dirindukan
Poster Film Surga yang Tak Dirindukan. Pic from www.hooq.tv
Sebenarnya sudah sejak lama saya ingin menonton film Surga yang Tak Dirindukan. Namun, baru kemarin akhirnya saya bisa menonton film Surga yang Tak Dirindukan. Dan saya merasa bahagia karena akhirnya bisa menonton film Surga yang Tak Dirindukan.

Film Surga yang Tak Dirindukan merupakan film yang diadaptasi dari novel best seller karya Mbak Asma Nadia yang juga berjudul sama yaitu Surga yang Tak Dirindukan. Film Surga yang Tak Dirindukan menceritakan Prasetya yang sedang menjalani tugas akhir kuliahnya. Prasetya mempunyai dua orang sahabat laki-laki yang bernama Amran dan Hartono.

Prasetya dan kedua sahabatnya adalah mahasiswa teknik arsitektur dan mereka ingin berkunjung ke suatu tempat dalam rangka menyelesaikan tugas akhir kuliah. Di saat perjalanan itulah Prasetya melihat ada seorang anak kecil yang terjatuh dari sepeda dan Prasetya menolong anak tersebut. Karena menolong anak kecil tersebut maka itu adalah awal mula Prasetya mengenal Arini.

Arini dan Prasetya akhirnya saling mengenal satu sama lain dan akhirnya mereka memutuskan untuk menikah. Arini yang baik dan solehah serta Prasetya yang soleh dan suka menolong. Pasangan yang serasi dan cocok sekali.

Selama pernikahan itulah Arini dan Prasetya selalu harmonis dan bahagia. Arini dan Prasetya pun dikaruniai seorang putri cantik yang bernama Nadia. Arini pun juga memiliki dua orang sahabat perempuan yang selalu menemaninya yaitu Sita dan Lia.

Namun, kejadian tak terduga datang menimpa Prasetya yang menolong seorang perempuan yang mengalami kecelakaan. Demi menyelamatkan perempuan tersebut akhirnya Prasetya menikahi perempuan tersebut agar perempuan tersebut tidak mencoba untuk bunuh diri lagi.

Kabar duka pun datang saat ayahnya Arini meninggal dunia dan semua orang tahu kalau ternyata ayahnya Arini memiliki istri dan anak dari orang lain karena ayahnya Arini melakukan poligami sejak lima belas tahun yang lalu.

Hati Arini semakin sakit saat mengetahui kalau ternyata Prasetya juga menikah dengan perempuan lain. Arini merasa marah, muak, dan kecewa akan hal tersebut. Namun, pada akhirnya Arini ikhlas menerima kenyataan tersebut walaupun semua orang tahu kalau di dunia ini tidak ada perempuan yang sepenuhnya ikhlas berbagi.

Perempuan yang dinikahi Prasetya adalah Meirose. Setelah menikah dengan Prasetya maka Meirose pun berubah menjadi wanita yang lebih baik. Bahkan Meirose pun juga berusaha untuk tetap tegar dalam menjalani hidup.

Lalu, apa yang akan terjadi selanjutnya dengan kehidupan rumah tangga Prasetya, Arini, dan Meirose? Akankah mereka bisa bahagia bersama? Atau mereka akan bahagia dengan pilihannya masing-masing? Dan berikut ini adalah beberapa hal yang saya suka dari film Surga yang Tak Dirindukan yaitu,

1. Film Surga yang Tak Dirindukan Dibintangi Banyak Bintang Ternama

Film Surga yang Tak Dirindukan ini dibintangi oleh bintang ternama yaitu Fedi Nuril sebagai Prasetya, Laudya Cynthia Bella sebagai Arini dan Raline Shah sebagai Meirose. Alasan saya menonton film Surga yang Tak Dirindukan ini karena film Surga yang Tak Dirindukan dibintangi oleh bintang ternama yang merupakan bintang idola favorit saya.

2. Profesi Arini Sebagai Pendongeng dan Penulis

Jika Prasetya adalah seorang arsitek, maka Arini adalah seorang ibu rumah tangga yang sekaligus menjadi pendongeng dan penulis buku. Nadia yang merupakan anak dari Arini dan Prasetya pun juga memiliki bakat di bidang mendongeng sama seperti Arini.

3. Film Surga yang Tak Dirindukan Menceritakan Tentang Kehidupan Rumah Tangga

Film Surga yang Tak Dirindukan menceritakan tentang kehidupan rumah tangga yaitu tentang poligami. Selain itu, banyak pula pesan yang saya ambil saat menonton film Surga yang Tak Diirindukan yaitu suka menolong orang lain yang membutuhkan bantuan dan pertolongan sama seperti Prasetya yang suka menolong orang lain yang membutuhkan bantuan dan pertolongan.
Siti Faridah
Siti Faridah

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar