Kamis, 27 Februari 2020

This is My Beauty Journey Part I

Siti Faridah
Pic by Farida Asadi
Apa yang membuat seorang perempuan merasa bahagia? Ada banyak hal yang bisa membuat seorang perempuan merasa bahagia. Salah satunya adalah memiliki kulit wajah yang bersih, sehat, dan terawat. Dan setiap perempuan pastinya memiliki cerita dan pengalaman seputar merawat kulit wajah. Dan kali ini saya ingin bercerita seputar pengalaman saya saat merawat kulit wajah dari saat saya masih remaja hingga sampai saat ini.

Masalah kulit wajah yang saya hadapi saat saya masih remaja adalah kulit kusam, kulit berminyak, dan kulit berjerawat. Ternyata banyak sekali masalah kulit wajah yang harus saya hadapi kala itu. Saat itu saya masih duduk di bangku sekolah menengah pertama dan saya merasa malu karena memiliki kulit yang sangat memiliki banyak masalah tersebut.

Kemudian saya akhirnya mencoba perawatan kulit secara alami yaitu menggunakan masker bengkuang. Masker bengkuang saya peroleh dari bengkuang yang saya kupas lalu saya parut dan kemudian saya ambil airnya. Setelah itu saya diamkan air bengkuang tersebut untuk beberapa saat. Kemudian air tersebut akan memiliki endapan yang sering disebut dengan saripati bengkuang. Saripati bengkuang tersebutlah yang kemudian saya gunakan sebagai masker.
Cara menggunakan saripati bengkuang sebagai masker wajah itu sangatlah mudah. Pertama, oleskan saripati bengkuang ke seluruh wajah sampai merata. Tunggu sampai kering dan diamkan selama kurang lebih tiga puluh menit. Setelah itu bilaslah wajah yang sudah memakai masker tadi dengan air.

Saya menggunakan masker bengkuang tersebut karena masker bengkuang buatan sendiri lebih murah dan lebih aman. Dan saya pun bisa belajar membuat masker bengkuang. Bengkuang yang saya gunakan untuk masker tersebut adalah bengkuang hasil panen kakaknya ibu saya karena kakak dari ibu saya adalah seorang petani bengkuang dan saat panen bengkuang tiba maka saya akan mendapatkan bengkuang dari kakaknya ibu saya. Namun, beberapa tahun yang lalu kakak dari ibu saya tersebut meninggal dunia dan mulai saat itu saya sudah tidak memakai bengkuang untuk digunakan sebagai masker wajah.

Saat masa remaja di sekolah menengah pertama saya hanya memakai masker wajah dengan menggunakan bengkuang maka sangat berbeda dengan saat saya melalui masa remaja di sekolah menegah kejuruan. Di sekolah menengah kejuruan, saya mulai memakai produk sabun wajah atau sering disebut juga facial foam. Sayangnya ada berbagai macam facial foam yang saya coba namun tetap saja kulit saya kusam dan berminyak.

Hingga kemudian saya memakai sabun wajah yang terbuat dari buah pepaya atas rekomendasi teman saya. Dan saya merasa bahagia karena setelah beberapa kali memakai sabun wajah yang terbuat dari buah pepaya tersebut ternyata kulit saya mulai tidak berminyak dan kusamnya berkurang.

Tahun 2015

Dan saat itu sampai tahun 2015, saya masih tetap menggunakan sabun wajah yang terbuat dari buah pepaya tersebut. Saat tahun 2015, di lingkungan saya bekerja, ada banyak perempuan yang memakai facial foam dengan beragam manfaat dari berbagai merek. Tapi tetap saja saya masih menggunakan sabun wajah yang terbuat dari buah pepaya karena saya merasa sudah cocok dan enggan untuk pindah dan memakai sabun wajah yang lain.

Tahun 2016

Di tahun 2016, banyak beredar kabar kalau ada banyak sekali sabun wajah yang terbuat dari buah pepaya yang ternyata dipalsukan. Mulai saat itu saya merasa takut dan enggan untuk membeli dan memakai sabun wajah yang terbuat dari buah pepaya setelah saya mendengar kabar tersbut. Karena saya ingin lebih hati-hati dalam memilih sabun wajah yang tentunya aman dan sesuai untuk isi dompet saya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar