Senin, 09 Maret 2020

Review Film Korea Train to Busan

Train to Busan
Pic from www.viu.com
Setelah terlalu sering menonton drama Korea maka kini saya pun juga suka menonton film Korea. Beberapa waktu yang lalu, kakak saya menonton film Korea yang berjudul Train to Busan yang ditayangkan di salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia.

Namun kala itu saya sedang sibuk dengan urusan lain sehingga saya hanya menonton film Train to Busan sebentar saja. Karena saya masih penasaran dengan film Train to Busan maka saya pun akhirnya menonton film Train to Busan saat saya memiliki banyak waktu luang.

Lalu, seperti apakah jalan cerita dari film Korea yang berjudul Train to Busan ini? Film Train to Busan ini diawali dengan mobil pengangkut barang yang ingin mengirimkan paket. Namun saat itu ada larangan untuk melintasi jalan tersebut. Dalam perjalanan, si sopir mobil pengangkut barang tersebut menabrak seekor rusa. Rusa tersebut awalnya mati namun Rusa tersebut hidup kembali menjadi zombie (mayat hidup). Virus zombie pun tidak hanya menyerang hewan saja. Virus zombie pun akhirnya menyerang manusia.

Suatu ketika ada seorang pekerja kantoran yang mengetahui tentang virus zombie yang menyerang hewan tersebut akan tetapi pekerja kantoran tersebut tidak mengetahui jika virus zombie juga bisa menyerang manusia. Di lain hal, pekerja kantoran tersebut merupakan seorang ayah yang sangat menyayangi putrinya. Putrinya bernama Soo An. Saat ulang tahun maka Soo An ingin bertemu dengan ibunya di Busan. Maka dari itu ayahnya So An pun pergi berlibur ke Busan dengan naik kereta.

Soo An ini adalah seorang putri yang harus tinggal dengan ayah dan neneknya karena orang tua Soo An sudah bercerai dan ibunya Soo Ann tinggal di Busan. Karena rindu dengan ibunya maka Soo An pun ingin berlibur ke Busan.

Tapi ada kejadian tak terduga saat Soo An dan ayahnya sedang naik kereta. Tanpa disadari oleh para pegawai dan petugas kereta ternyata ada seorang penumpang tanpa tiket yang masuk ke kereta tersebut secara diam-diam.

Penumpang tersebut terkena virus zombie dan kemudian penumpang tersebut menyerang petugas dan pegawai di kereta. Mulai dari situlah virus zombie mulai menyerang semua penumpang kereta hingga mereka merasa panik dan sangat ketakutan.

Berbagai cara dilakukan agar virus zombie tersebut tidak terus menyebar. Akan tetapi virus zombie dengan sangat mudah menyebar dan menghancurkan semua orang yang ada di kereta. Akan tetapi ada beberapa orang yang tetap berusaha menghancurkan dan menghentikan virus zombie.

Soo An dan ayahnya pun berusaha agar tetap selamat dari virus zombie yang menyerang. Adapula pasangan suami istri yang istrinya sedang hamil dan mereka pun tetap berusaha untuk menghindari virus zombie.

Virus zombie ini menyerang manusia sehingga manusia menjadi mayat hidup yang ingin menghancurkan sesama manusia. Mayat hidup ini tidak bisa melihat dalam keadaan gelap sehingga mereka tidak akan menyerang dalam keadaan gelap.

Saya merasa takut saat para zombie mulai menyerang manusia di film Korea Train to Busan ini. Tapi saya kagum dengan para pemain film Train to Busan dengan kemampuan akting yang keren sekali. Dan berikut ini adalah beberapa hal yang saya suka dari film Korea yang berjudul Train to Busan yaitu,

1. Film Train to Busan Dibintangi oleh Gong Yoo

Awal mula ingin menonton film Korea yang berjudul Train to Busan ini karena Film Train to Busan dibintangi oleh Gong Yoo. Dalam film Korea yang berjudul Train to Busan ini Gong Yoo berperan sebagai ayahnya Soo An.

2. Film Train to Busan Mengingatkan Kita untuk Tetap Waspada dengan Wabah Penyakit

Karena film Korea Train to Busan ini membahas tentang wabah virus zombie yang menyerang manusia maka film Korea Train to Busan ini mengingatkan kita untuk tetap hati-hati dan waspada dengan wabah penyakit.

3. Film Train to Busan Mengingatkan Kita untuk Menyayangi Ayah dan Ibu

Film Train to Busan juga mengingatkan kita untuk menyayangi ayah dan ibu kita. Maka dari itu sayangilah ayah dan ibu kalian saat ayah dan ibu kalian masih hidup. Jika kalian kehilangan ayah dan ibu untuk selamanya maka kalian akan merasa sangat sedih. Seperti Soo An yang merasa sangat sedih saat kehilangan ayahnya untuk selama-lamanya.

2 komentar:

  1. nonton film ini dua kali, dua kali juga saya menangis waktu adegan soo an jalan sendirian di rel kereta

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sedih banget aku nonton film ini. Tapi menurutku film ini memang keren banget, kak. Terima kasih ya kak sudah mampir di blog aku.

      Hapus